Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Mengapa Oli Mesin Kendaraan Anda Harus Diganti ?

Oli mesin merupakan salah satu bagian hal yang terpenting di dalam mesin agar supaya mesin dapat berfungsi dan berjalan dengan baik. Sehingga dapat memberikan performa yang baik terhadap kendaraan yang kita pakai.

Ada beberapa fungsi dari oli mesin :
1. Sebagai pelumasan, ini yang umum kita semua tahu bahwa oli yang melumasi seluruh komponen-komponen mesin supaya tidak terjadi gesekan pada komponen tersebut yang dapat menyebabkan keausan.
2. Sebagai pembersih, fungsi ini untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada pada bagian mesin yang selanjutnya nanti akan disaring oleh saringan oli mesin.
3. Sebagai penyekatan, ini berfungsi pada bagian komponen yang bergerak, misal : pada ring piston untuk menyekat supaya tidak terjadi kebocoran kompresi.
4. Sebagai pencegah karat, dengan dilumasinya seluruh bagian mesin maka dengan otomatis dapat mencegah  karat juga.
5. Sebagai pendingin, Oli juga dapat mendinginkan komponen-komponen mesin yang dialiri oleh oli mesin tersebut.

Oli Mesin pun mempunyai klasifikasi berdasarkan kualitas dan kekentalan.
Kualitas oli secara umum dinilai oleh API (american petroleum Institute), dimana untuk diesel dimulai dengan huruf C dan untuk bensin dimulai dengan huruf S contohnya : CA, SF, SL, CF. Semakin besar huruf keduanya maka semakin bagus kualitas olinya.
Kekentalan oli secara umum dinilai oleh SAE (Society American of Engineering), dimana penilaiannya ditunjukkan dengan angka, contoh : SAE 10, SAE 5, SAE 10W-40, SAE 40. Semakin besar angka yang ditunjukkan maka semakin tinggi kekentalannya, semakin kecil angkanya maka semakin rendah kekentalannya (encer).

Ketika mesin digunakan akan terjadi sebagian kecil aliran oli yang masuk ke ruang bakar melalui celah ring piston ataupun celah valve guide dan katup yang menyebabkan kuantitas oli menurun.

1. Konsumsi Oli 2. Valve Guide 3. Katup


Selain itu juga, gas sisa hasil pembakaran dari ruang bakar akan keluar dan mengendap di saluran pelumasan. Kotoran tersebut akan terbawa oleh oli mesin yang menyebabkan kualitas dan kekentalannya berubah.

Ketika mesin tidak digunakan pun, kualitas dan kekentalan dari oli mesin akan dengan sendirinya menurun.

Lalu pada saat kualitas dan kekentalan oli mesin dari kendaraan Anda sudah menurun, maka 5 fungsi dari oli mesin seperti yang dijelaskan tadi tidak dapat bekerja dengan baik.


Itulah mengapa kita harus mengganti oli mesin kendaraan secara berkala, supaya performa mesin kita terus bekerja dengan baik sesuai harapan kita.

Adapun jadwal penggantian oli mesin untuk mobil secara umum adalah 10.000 km atau 6 bulan, namun dengan kondisi lalu lintas dengan udara yang cukup kotor dan juga macet saya sarankan penggantian oli mesin itu pada 5000 km secara berkala. Dan untuk sepeda motor, dikarenakan selain komponen mesin oli juga melumasi komponen transmisi biasanya penggantiannya lebih cepat yaitu pada  2000 km.

Satu lagi yang harus diperhatikan, jangan sekali-kali terus menambahkan oli mesin tanpa melakukan penggantian karena hal ini akan terus menurunkan performa dari oli mesin yang berdampak sangat berbahaya bagi mesin.

Itulah berbagi sekilas mengenai oli mesin... 
Sudahkah Anda ganti Oli Mesin Kendaraannya sesuai dengan waktunya ???? 

Sabtu, 02 November 2013

PRINSIP DASAR MESIN 4-TAK DIESEL

Dalam postingan sebelumnya saya menjelaskan mengenai Prinsip dasar mesin 4-Tak Bensin yang terdiri dari 4 langkah sehingga menghasilkan suatu pembakaran yang energinya tersebut dimanfaatkan untuk menjadi suatu energi gerak pada suatu mesin didalam sebuah kendaraan.
Bila kita berbicara mesin bensin, tidak adil kalau saya tidak juga membicarakan mesin diesel. Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Prinsip dasar mesin 4-TAK Diesel yang secara dasar sih tidak jauh dengan mesin bensin.

Baiklah tanpa menunggu lama lagi, saya langsung saja berbagi mengenai Prinsip dasar mesin 4-Tak Diesel. Kita mulai dari gambar di bawah ini :

1.katup hisap 2.katup buang 3.injection nozzle 4.ruang bakar
5.Piston 6.connecting rod 7.crankshaft(poros engkol)




Hampir sama dengan Prinsip Dasar mesin 4-tak untuk mesin Bensin yang terdiri dari 4 langkah yang dilakukan secara berulang atau terus menerus, yaitu :
1. Langkah Hisap ( Intake Stroke )
2. Langkah Kompresi ( Compression Stroke )
3. Langkah Pembakaran ( Combustion Stroke)
4. Langkah Buang ( Exhaust Stroke )

Namun tidak seperti mesin bensin, mesin diesel tidak memiliki sistem pengapian ( busi ). Akan tetapi pada mesin diesel bahan bakar ( solar ) bertekanan tinggi diinjeksikan ke dalam udara bertemperatur tinggi dan bertekanan tinggi dalam ruang bakar guna membuat bahan bakar terbakar dengan sendirinya.

Baik untuk lebih jelasnya, kita akan bahas proses setiap langkahnya :


Langkah Hisap


Pada Langkah ini katup hisap membuka dan katup buang menutup. Piston bergerak dari TMA ke TMB, sehingga langkah piston tersebut dapat menghisap hanya udara ke dalam silinder.
Bedanya dengan mesin Bensin pada saat langkah ini yang di hisap campuran udara bahan bakar.

Langkah Kompresi

 


Pada Saat langkah ini katup Hisap dan katup Buang menutup. Piston bergerak dari TMB ke TMA sehingga udara yang terhisap saat langkah hisap akan di kompresikan yang akan mnegakibatkan temperatur dan tekanan nya tinggi.

Nilai kompresi mesin Diesel = 15 - 23 kg/cm2
Tempertaur Ruang Pembakaran = 500 - 800C

Inilah yang menyebabkan kenapa pada Mesin Diesel mempunyai suara yang lebih kasar dibandingkan mesin bensin, itu disebabkan karena mempunyai nilai kompresi yang tinggi dibandingkan mesin bensin (hanya 11-13 kg/cm2) dan juga mempunyai temperatur yang tinggi dibandingkan mesin bensin (hanya 450 C).

Langkah Pembakaran

 


Pada Saat Langkah ini katup hisap dan katup buang menutup. Piston bergerak dari TMA ke TMB karena adanya usaha pembakaran di dalam ruang bakar. Pembakaran tersebut terjadi, karena saat piston hampir mencapai TMA pada langkah kompresi, Nozzle Injeksi (Injektor) menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam udara yang telah mencapai tekanan dan temperatur tinggi. Temperatur tinggi udara menyebabkan bahan bakar terbakar dengan sendirinya.

Langkah Buang



Pada saat langkah ini katup hisap menutup dan katup buang membuka. Piston bergerak dari TMB ke TMA yang akan membuang gas sisa hasil pembakaran pada saat langlah usaha/pembakaran.
  
*TMA = Titik mati atas : Titik dimana Piston berada pada posisi paling atas
*TMB = Titik mati bawah : Titik dimana Piston berada pada posisi paling bawah

Demikian untuk pengetahuannya kali ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan yang baru. 

PRINSIP DASAR MESIN 4-TAK BENSIN

Sekarang saya akan mencoba berbagi mengenai Prisnsip dasar dari mesin 4-Tak yang menyebabkan si mesin ini dapat menghasilkan suatu energi gerak dikarenakan adanya pembakaran di dalam mesin ini. Ada beberapa langkah pada mesin bensin untuk melakukan satu siklus pembakaran itu. Dan inilah ilustrasi dari langkah-langkah yang ada pada mesin bensin 4-Tak.

1. katup hisap  2. busi 3. katup buang 4. ruang bakar 5. piston

Prinsip Dasar dari Mesin Bensin 4-Tak untuk membangkitkan tenaga guna menggerakkan kendaraan, terdiri atas 4 langkah yang di lakukan secara berulang yaitu :
1. Langkah Hisap ( Intake Stroke )
2. Langkah Kompresi ( Compression Stroke )
3. Langkah Pembakaran ( Combustion Stroke )
4. Langkah Buang ( Exhaust Stroke )

Dalam satu siklus Langkah Mesin 4-Tak  terdiri dari 4 langkah piston, 2 putaran crankshaft, dan 1 putaran camshaft yang akan menghasilkan satu kali pembakaran atau usaha untuk menggerakkan kendaraan.

Baiklah saya akan jelaskan tiap-tiap langkahnya itu seperti apa dan fungsinya untuk apa.

Langkah Hisap


sdasdasdasd




























Pada saat Langkah ini katup Hisap terbuka dan katup Buang menutup. Piston bergerak dari TMA ke TMB sehingga campuran udara dan bahan bakar dapat terhisap (masuk) ke dalam ruang bakar.

Langkah Kompresi

 



Pada saat Langkah ini katup Hisap dan katup Buang tertutup. Piston bergerak dari TMB ke TMA sehingga akan terjadi pemampatan (kompresi) campuran udara bahan bakar yang mengakibatkan terjadinya kenaikan tekanan dan temperatur di dalam ruang bakar.

Langkah Usaha

 


Pada saat Langkah ini katup Hisap dan katup Buang masih tertutup. Piston bergerak dari TMA ke TMB karena adanya usaha pembakaran di dalam ruang bakar. Usaha ini terjadi karena ketika beberapa derajat (0-10 derajat) sebelum TMA saat langkah kompresi, busi akan memercikkan api yang akan membakar campuran udara dan bahan bakar yang bertekanan dan bertemperatur tinggi sehingga terjadi ledakan pembakaran yang akan mendorong piston dari TMA ke TMB


Langkah Buang

 


Pada saat Langkah ini katup Hisap tertutup dan katup Buang terbuka. Piston bergerak dari TMB ke TMA yang akan membuang gas sisa hasil pembakaran pada saat langkah Usaha.

*TMA = Titik mati atas : titik dimana piston berada pada posisi paling atas
*TMB = Titik mati bawah : titik dimana piston berada pada posisi paling bawah

Segitu saja penjelasannya,, mohon maaf gak bisa saya jelaskan secara detail karena banyaknya yang harus dijelaskan. Jadinya saya berbagi materi ini hanya secara garis besarnya saja. Mudah-mudahan dengan garis besarnya saja, bisa memberikan pengetahuan yang lebih untuk pembaca.

Kamis, 31 Oktober 2013

Dasar - dasar Kendaraan

Seperti kita ketahui bahwa ada beberapa komponen dasar dari kendaraan yaitu terdiri dari mesin, pemindah daya, chasis, kelistrikan mesin, kelistrikan body dan body. Selanjutnya saya akan mencoba berbagi ilmu lagi mengenai otomotif dasar,  dan pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai dasar - dasar dari kendaraan yang berhubungan dengan beberapa klasifikasi kendaraan yang dibedakan sesuai dengan tipe tenaga penggeraknya dan berdasarkan posisi mesin, roda penggerak dan jumlah penggerak.

Baiklah mari kita coba langsung membahasnya,,,

Yang pertama dasar kendaraan dengan melihat Klasifikasi Kendaraan yang berdasarkan dengan tipe tenaga penggerak sebagai berikut :

         
1. Kendaraan Mesin Bensin
Kendaraan tipe ini menggunakan mesin     berbahan bakar bensin
Penggunaan : kendaraan penumpang berukuran kecil sampai menengah
2. Kendaraan Mesin Diesel
Kendaraan tipe ini menggunakan mesin berbahan bakar diesel
Penggunaan : Truk, SUV (Sport Utility Vehicle)
3. Kendaraan Hybrid
Kendaraan tipe ini dilengkapi dengan dua tenaga penggerak, mesin bensin dan motor listrik
4. Kendaraan Listrik
Kendaraan tipe ini menggunakan tenaga baterai untuk mengoperasikan motor listrik
5. Kendaraan berbahan bakar Cell Hybrid (Fuel Cell Hybrid Vehicle)
Kendaraan tipe ini menggunakan energi listrik yang diciptakan saat bahan bakar hidrogen bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk air

Lalu kemudian selanjutnya dasar kendaraan dengan melihat klasifikasi Kendaraan yang berdasarkan dengan posisi mesin, roda penggerak, dan jumlah roda penggerak sebagai berikut :

         
1. FF (Front Engine Front Drive)
Posisi mesin berada di depan dengan penggerak roda Depan.
Tipe ini biasa kita temui pada kendaraan-kendaraan jenis sedan.
2. FR (Front Engine Rear drive)
Posisi Mesin berada di Depan dengan penggerak roda belakang.
Untuk tipe ini sebagian besar kita temui pada kendaraan-kendaraan jenis mini van, truk.
3. MR (MidShip Engine Rear Drive)
Posisi Mesin berada di Belakang dan penggerak roda belakang.
Tipe ini biasa kita temui pada kendaraan-kendaraan bus tipe sekarang, juga di VW.   
4. 4WD (Four Wheel drive)
Ke empat rodanya dapat merupakan sebagai penggeraknya.
Tipe ini biasa kita temui pada kendaraan-kendaraan SUV dengan spek khusus.

Bagaimana ,,,, ???   sudah bertambah kah lagi ilmu Anda mengenai otomotif dasar ,,, ???
semoga dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua...

Komponen Dasar Kendaraan Roda Empat

Di tulisan pertama ini, saya akan mencoba memberikan sedikit ilmu otomotif mengenai komponen dasar kendaraan roda empat yang pernah saya dapatkan ketika saya berada di masa-masa sekolah dulu yaitu di SMK Negeri 6 Bandung, di mana saya masuk di jurusan Otomotif. Mudah-mudahan bisa mengingatkan saya kembali materi dasar-dasar kendaraan roda empat.   

Mungkin kita semua selalu lihat, dimanapun dan kapanpun sebuah benda yang biasa kita sebut mobil ini lalu lalang di jalan dan dapat membawa banyak orang dalam satu waktu. Dan kadang kita tidak merasa ingin tahu komponen apa saja sih yang ada di mobil tersebut hingga bisa membawa banyak orang dalam sekali jalan. Kita hanya berdiam dan menikmati saja apa yang telah diberikan oleh kehebatan teknologi otomotif ini.
Untuk memberikan sedikit gambaran, saya akan jelaskan komposisi dasar apa saja yang ada di dalam sebuah kendaraan roda empat ini :
  
1. Mesin  (Engine)

Bisa dikatakan mesin ini sebagai nyawanya kendaraan roda empat, karena mesin ini berfungsi sebagai penghasil tenaga gerak untuk menggerakkan kendaraan. Ada beberapa tipe jenis pada mesin ini, namun yang paling sering digunakan ada 2 tipe saja, yaitu mesin bensin dan mesin diesel.   Dalam mesin ini banyak lagi komponen di dalamnya yang tidak mungkin saya jelaskan saat ini.


2. Pemindah daya (Drive Train)   
                                                                                                           
 Pemindah daya ini pada kendaraan berfungsi untuk memindahkan tenaga gerak yang dihasilkan dari mesin untuk di hantarkan ke tiap-tiap roda (ban) sehingga kendaraan dapat melaju atau bergerak. Pada pemindah daya ini ada beberapa tipe, yaitu :

a. FF (front engine front drive) : mesin depan penggerak depan
b. FR (front engine Rear drive) : mesin depan penggerak belakang
c. MR (midshift engine rear drive) : mesin belakang penggerak belakang
d. 4WD (4 wheel drive) : ke 4 rodanya menjadi penggerak

 
3. Chasis
Ada beberapa sistem yang terdapat dalam chasis ini, dimana dari beberapa sistem ini mempunyi fungsi-fungsi yang berbeda pada kendaraan. Dan sistem itu diantaranya :


SISTEM REM : untuk memungkinkan dapat memperlambat laju kendaraan dan berhenti di satu tempat misalkan di tanjakan atau di turunan dengan difungsikannya rem parkir.
Sistem ini merupakan salah satu yang terpenting dalam kendaraan.

Silahkan Anda bayangkan kalau kendaraan tanpa sistem rem,,,
nampaknya hal itu bukan sesuatu yang harus kita bayangkan,, :-)

 

SISTEM SUSPENSI : untuk memberikan kenyamanan dan kestabilan pada saat berkendara yang dapat memungkinkan kendaraan dapat terasa empuk meskipun melewati jalan jelek dan memungkinkan kendaraan dapat dikendalikan stabil pada saat lurus dan belok.
Sistem ini hanya bersifat kenyamanan saja, meskipun pada kendaraan tidak berfungsi dengan baik masih dapat digunakan namun akan terasa tidak nyaman.  

      

SISTEM  KEMUDI : untuk memungkinkan dapat mengarahkan kendaraan dapat belok ataupun lurus. Dengan menggerakkan roda ke kanan maupun ke kiri.


4. Kelistrikan Mesin

Kelistrikan mesin ini berfungsi untuk menjamin fungsi dari mesin dapat bekerja baik dengan caramemberikan suplai listrik kepada tiap-tiap sistemnya. Adapun beberapa sistem yang ada di kelistrikan mesin, yaitu :
a. sistem pengapian
b. sistem pengisian
c. sistem starter
d. batere


5. Kelistrikan body


Kelistrikan body adalah suatu sistem kelistrikan yang komponennya dipasangkan di body kendaraan untuk memberikan fasilitas kenyamanan dalam berkendara. Beberapa sistem kelistrikan body adalah :
a. Wire harness                                    
b. Switch dan relay                                
c. sistem penerangan (lampu-lampu)      
d. Kombinasi meter
e. sistem wiper dan washer
f. Air Conditioner 
g. dan sistem lainnya


6. Body

Body adalah bagian dari kendaraan untuk memungkinkan dapat membawa penumpang dan juga barang-barang serta untuk melindungi penumpang dari gangguan yanng berada di luar kendaraan.
Ada beberapa tipe body yaitu :
a. sedan             
b. coupe               
c. hard top            
d. mini van
e. pick up
f.  lift back
g. wagon 

Mungkin itulah sedikit pembahasan yang saya tahu mengenai komponen dasar dari kendaraan sehingga kendaraan tersebut dapat berjalan dan dapat membawa kita kemana pun kita inginkan. Saya harap apa yang saya tulis ini, dapat memberikan wawasan kita mengenai kendaraan roda empat. Trims,,,